Halo Binusian!

Digital Language Learning Center (DLLC) Binus University kembali menyelenggarakan Indonesian Language Training & International Webinar pada bulan November 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 7 dan 10 November 2025, dengan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Dalam artikel kali ini, kita akan berfokus pada kegiatan hari kedua, tepatnya Training Session 2 yang berlangsung pada Senin, 10 November 2025, pukul 09.00 – 11.30 WIB, bertempat di Binus Kampus Kijang.

Sesi yang bertajuk “Memahami Dinamika Lintas Budaya antara Pembelajar dan Pemelajar dalam Kelas BIPA” ini menghadirkan narasumber Dr. Editia Herningtias, M.Hum., dosen dari Lembaga Bahasa Internasional, Universitas Indonesia, yang sudah dikenal luas sebagai pakar dalam bidang pengajaran BIPA dan komunikasi lintas budaya. Sesi ini diikuti oleh 18 peserta, baik yang hadir langsung di kampus maupun secara daring. Para peserta berasal dari berbagai jurusan seperti Creative Digital English, Japanese Popular Culture, Psikologi, Hubungan Internasional, Business Law, serta DLLC sendiri.

Sejak sesi dimulai, suasana kelas terasa dinamis dan interaktif. Dr. Editia membuka materinya dengan menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya dalam konteks pengajaran BIPA. Menurut beliau, keberhasilan proses belajar bahasa tidak hanya bergantung pada kemampuan linguistik, tetapi juga pada sejauh mana pengajar dan pembelajar memahami perbedaan nilai, norma, serta kebiasaan budaya masing-masing. Dalam kelas BIPA yang multikultural, kepekaan terhadap perbedaan tersebut menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif.

Dr. Editia kemudian membagikan beberapa contoh kasus nyata yang sering terjadi di kelas BIPA. Misalnya, perbedaan cara menyapa atau menolak ajakan antara pembelajar dari Jepang, Korea, dan Eropa, yang terkadang menimbulkan kesalahpahaman kecil namun berdampak besar terhadap dinamika kelas. Beliau juga menyoroti bagaimana ekspresi nonverbal dan gaya komunikasi yang berbeda dapat memengaruhi persepsi antara pengajar dan pembelajar. Diskusi ini membuka wawasan peserta tentang betapa luas dan kompleksnya interaksi lintas budaya dalam kelas BIPA.

Selain membahas tantangan, Dr. Editia juga memberikan sejumlah saran praktis bagi para pengajar BIPA. Salah satunya adalah pentingnya membangun empati dan melakukan observasi terhadap karakter budaya pembelajar sejak awal. Pengajar juga disarankan untuk menggunakan aktivitas kelas yang mendorong kolaborasi, seperti role play, diskusi kelompok lintas negara, atau proyek kreatif yang melibatkan eksplorasi budaya masing-masing peserta.

Menutup sesi, Dr. Editia memperkenalkan beberapa media dan aplikasi pembelajaran digital yang dapat digunakan untuk mendukung pengajaran lintas budaya di kelas BIPA. Secara keseluruhan, Training Session 2 ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi para peserta, terutama dalam menghadapi tantangan pengajaran bahasa di tengah keberagaman budaya global. DLLC Binus University berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat kompetensi pengajar dan memperluas jejaring akademik dalam bidang BIPA, sejalan dengan semangat Fostering and Empowering through Language and Culture.

Bagaimana dengan Sesi 3 yang diadakan pada tanggal 10 November 2025? Nantikan liputan berikutnya untuk, yang akan menghadirkan satu lagi narasumber menarik lainnya! SALAM LITERASI BIPA!